Jumat, 21 September 2012

Agar Janin Sehat

Memiliki buah hati yang sehat dan aktif adalah impian semua mama. Saat hamil, Anda perlu melakukan upaya ekstra untuk menjaga kesehatan. Sebab pada banyak kasus, penyakit yang diderita calon mama mempengaruhi kondisi janin yang dikandungnya.
Sedini apa komplikasi kehamilan dapat dideteksi? “Tergantung jenis komplikasinya. Untuk blighted ovum misalnya, sudah dapat dideteksi pada usia kehamilan 8 minggu,” ujar dr. Shinta Utami, SpOG.

Lalu langkah apakah yang harus dijalani agar janin bisa berkembang dengan baik di dalam rahim dan ia tumbuh menjadi anak yang sehat? Dr. Shinta yang pernah menulis buku “100 Info Penting Kehamilan” ini membagi beberapa tip untuk menghindari komplikasi kehamilan agar janin sehat selama dikandung.

Jaga kebersihan diri, terutama di daerah vagina agar tidak terjadi keputihan. Selama ini keputihan sering kali diabaikan. Padahal, keputihan dapat berlanjut pada infeksi yang nantinya dapat menular kepada janin yang dikandung. “Maka kalau ada keputihan, sebaiknya cepat diobati,” tuturnya.

Cek prahamil. Sebelum hamil, usahakan untuk melakukan cek kesehatan seperti TORCH, gula darah, dan sebagainya. Hal ini untuk mendeteksi penyakit atau kelainan yang mungkin diderita calon mama yang berisiko ditularkan kepada janinnya.

Terapkan pola hidup sehat. Usahakan untuk mengatur pola makan dengan baik. Cukupi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan rutinlah berolahraga.

Cek rutin saat hamil. Jika sudah diketahui hamil, sedari awal periksakan kehamilan ke dokter secara rutin sesuai jadwal. Dr. Shinta mengingatkan, jangan ‘belanja’ dokter. Sering terjadi calon mama berpindah-pindah dari satu dokter ke dokter yang lain. “Gunakan satu dokter saja. Jika ‘belanja’ dokter, medical record tersebar. Dokter akhirnya tidak bisa tahu riwayat kehamilan pasien.” ujar dr. Shinta.

Kamis, 20 September 2012

Cat VS Hamil

Amankah mengecat kamar bayi ketika hamil?
Cat akan membuat Anda terpapar pada lateks, minyak, pengencer, dan banyak lagi. Juga, zat pewarna dalam cat bisa mengandung logam, seperti timbal, seng, dan aluminium. Karena pengecatan melibatkan seabrek zat kimia dan tidak mudah mengukur berapa banyak zat yang diserap tubuh, sulit mengetahui persisrisikonya terhadap kehamilan.  Yang menjadi masalah adalah cat berbasis timbal. Jika Anda mengerik cat bertimbal, Anda bisa menghirup debu timbal. Menurut Food and DrugAdministration (FDA), Amerika, hal ini bisa membuat anak keracunan timbal atau mengalami keterbelakangan mental! Studi lain membuktikan, terpapar pengencer kimiawi selama hamil bisa meningkatkan risiko memiliki anak yang lahir cacat. Memang, belum ada studi terhadap dampak cat bagi wanita hamil yang ingin mengecat kamar bayi terhadap tumbuh kembang si kecil. Paling gampang (dan aman) adalah minta orang lain untuk mengerjakannya (setelah Anda pergi ya) atau tunda proyek ini sampai si kecil lahir.

Bila terpaksa mengecat
  • Lindungi kulit Anda dengan cara memakai sarung tangan, celana panjang, serta blus berlengan panjang.
  • Batasi waktu mengecat. Sering-sering ke luar kamar untuk sekadar menghirup udara segar.
  • Pastikan udara mengalir dengan baik dalam kamar bayi. Bukalah jendela lebar-lebar dan kenakan masker untuk menghindari penghirupan uap cat atau partikel berbahaya.
  • Jangan makan atau minum ketika mengecat. Dengan begitu, Anda tidak akan menelan zat kimia berbahaya apapun.

Cegah Pre-Eklampsia

Kalau Anda hamil atau sedangberusaha hamil, penelitian terbaru mungkin bisa membantu Anda mengurangi risikoterkena preeklampsia. Kondisi tersebut, yang ditandai dengan pembengkakan dantekanan darah tinggi yang berbahaya, menimpa hingga sekitar 8% kehamilan danmenjadi penyebab utama dari proses induksi danoperasi Caesar yang lebih awal.

Yang harus dipertimbangkan:

aspirin

Intinya : Kemungkinan wanita yang berisiko mengalami preeklampsia,namun juga mengonsumsi aspirin, benar-benar terkena preeklampsia dan melahirkansebelum 34 minggu sebesar 10%, menurut laporan penelitian di The Lancet.

Bisa membantu : Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi,diabetes, atau riwayat pribadi atau keluarga terkena preeklampsia. Aspirintidak disarankan  dikonsumsi wanita hamil yang sehat.

Jumlah dan waktu : Dosis rendah sehari-hari (50-150 mg), mulaikapanpun menurut dokter  selamakeha-milan.

Vitamin d

Intinya: Penelitian University of Pittsburgh menunjukkan, kemungkinan wanita yang tidak mendapat cukup vitamin D terkena pre-eklampsia sekitar 5 kali lipat.

Bisa membantu: Semua wanita. Terutama yang berkulit gelap, sebab mereka cenderung kekurangan vitamin D (kulit gelap membutuhkan lebih banyak sinar matahari untuk ‘mengumpulkan’ vitamin tersebut).

Jumlah dan waktu: Para ahli berkata sekitar 1.000 sampai 2.000 IU adalah jumlah ideal. Konsumsilah suplemen vitamin D sejak awal kehamilan.

Rabu, 19 September 2012

Bekerja Saat Hamil

Bulan-bulan pertama biasanya penuh dengan perjuangan bagi calon mama baru, karena selain “ditemani” dengan rasa mual, sakit kepala, nyeri punggung, tapi juga bisa mengganggu aktivitas bekerja.  Nah, saran berikut mungkin bisa membantu agar Anda tetap oke bekerja meski sedang hamil

• Berterus teranglah pada rekan kerja dan atasan, tentang perubahan yang mungkin terjadi pada Anda dalam minggu-minggu mendatang.  Anda mungkin akan perlu lebih sering duduk atau istirahat sejenak.
• Buatlah senyaman mungkin di tempat kerja.  Pasang ganjal kaki atau bantal kursi agar Anda bisa duduk lebih nyaman.
• Usahakan seminim mungkin terpapar asap rokok.  Kenakan masker bila ruangan Anda tidak bebas asap rokok.
• Jangan angkat-angkat barang, apalagi yang berat.  Kalau harus mengambil sesuatu di lantai, jangan membungkuk tapi berlututlah.  Bila perlu, jangan ragu untuk minta tolong.
• Jangan gampang terpancing emosi. Hamil memang bikin lebih sensitif.  Tariklah napas dalam-dalam bila Anda merasa emosi mulai naik.
• Kenakan pakaian yang nyaman, seperti sepatu tanpa hak.  Kalau tempat kerja menuntut Anda harus mengenakan pakaian tertentu, ijinlah pada bos untuk memberikan pengecualian.
• Pilih baik-baik makanan yang Anda konsumsi di luar rumah, agar aman dan sehat bagi janin.
• Jangan terlalu capek bekerja.  Anda tetap harus agak mengerem aktivitas, agar kehamilan berjalan lancar dan tidak terjadi kelahiran prematur.

Cantik Semasa Hamil


Kehamilan adalah masa 9 bulan yang mendebarkan plus ada begitu banyak rahasia yang tak terungkap. Selain kehadiran janin dalam rahim membuat perut membuncit, ukuran pinggul dan bokong membesar, hingga nafsu makan meningkat; ternyata kehamilan bisa membuat kulit bercahaya dengan helaian rambut yang sehat. Masalahnya, bagi sebagian wanita, kehamilan justru bisa berarti kulit berminyak dan berjerawat, timbulnya noda hitam, ketombe yang tak berkesudahan, sampai serangan stretchmarks! Ada apa sih, sebenarnya dengan kehamilan?
Banyak pihak mengatakan, kehamilan memicu terjadinya perubahan hormon, yang berjalan seiring dengan pertumbuhan janin. Tapi, kondisi ini memberi dampak yang berbeda-beda pada setiap individu. Selain itu, kehamilanbisa membuat mood lebih sensitif. Makanya, para ibu hamil sangat dianjurkan untuk tidak mengabaikan ritual perawatan kecantikan. Selain berfungsi mempertahankan keindahan kulit maupun rambut, ritual ini bisa membuat penampilan tetap menarik dan suasana hati selalu senang.
Sayangnya, banyak kebiasaan dari perawatan tersebut diabaikan dengan berbagai alasan saat hamil. Di antaranya, takut akan efek yang mungkin ditimbulkan oleh produk maupun perawatan yang biasa dilakukan. Benarkah hal ini berbahaya bagi pertumbuhan janin?

Rambut sehat dan indah
Dalam kehidupan nyata, banyak ibu hamil yang menghindari –atau setidaknya menghentikan sejenak– kebiasaan mewarnai rambut. Benarkah produk pewarnaan rambut berbahaya bagi janin?
Menurut Gideon Koren, M.D., profesor bagian kesehatan anak, farmakologi, serta genetika pada University of Toronto, proses pewarnaan tidak akan memberi dampak negatif pada perkembangan janin! “Memang, penelitian pada tahun 1980 menyebutkan, mereka yang berhubungan langsung dengan produk tersebut lebih berisiko tinggi mengalami keguguran. Namun ternyata, hal ini lebih karena aspek fisik dari pekerjaan itu, seperti berdiri selama berjam-jam, dan bukan karena terpapar zat kimia,” kata Dr. Koren. Peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention Amerika menemukan, risiko melahirkan dini atau memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah bagi sekelompok ibu yang menggunakan produk untuk mengeriting atau meluruskan rambut selama kehamilan ternyata tidak lebih tinggi dari mereka yang tidak menggunakan produk tersebut.
Secara eksplisit mereka mengakui, formula pewarna rambut bisa menyerap ke dalam kulit kepala dan masuk ke dalam jaringan pembuluh darah. Tapi ternyata, kandungan di dalamnya tidak berbahaya bagi janin. Walaupun aman, sebaiknya jangan melakukan pewarnaan rambut pada 3 bulan pertama kehamilan (trimester 1), karena di masa tersebut organ-organ penting janin sedang berkembang.

Kulit bersih bercahaya
Masalah lain yang juga kerap mengganggu ibu hamil adalah kondisi kulit yang cenderung lebih berminyak. Beberapa ibu bahkan mengalami perubahan hormon yang cukup signifikan, sehingga timbul jerawat pada kulit wajah. Masalah ini bisa dikurangi atau dicegah untuk menjadi lebih buruk dengan menggunakan obat jerawat atau produk perawatan khusus yang aman bagi Anda dan janin.
Pilih obat jerawat jenis topical (dioleskan pada kulit) atau produk perawatan kulit yang tidak mengandung Tretinoins; seperti Retin-A, Renova, dan Retinol. Hindari obat jerawat yang mengandung Accutane. Obat jenis ini diyakini bisa memicu terjadinya keguguran atau gangguan kelahiran bayi.
Menurut para ahli, cara yang cukup aman untuk mengatasi/mengurangi masalah jerawat adalah dengan menggunakan produk perawatan topical yang mengandung benzoyl peroxide atau azelaic acid. Anda juga bisa memakai produk perawatan yang tidak mengandung minyak (sehingga tidak memicu timbulnya jerawat baru)
Walaupun kulit wajah Anda bebas jerawat atau tidak berminyak, jangan abaikan perawatan rutin. Lakukan facial atau deep cleansing treatment. Selain membersihkan kulit secara seksama, perawatan ini juga memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Lakukan juga perawatan microdermabrasion atau chemical peeling menggunakan glycolic acid untuk membersihkan ‘tumpukan’ sel kulit mati sekaligus merangsang proses regenerasi kulit yang lebih baik. Bila tak terbiasa melakukan perawatan ini, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit yang memiliki fungsi serupa, yaitu produk yang mengandung AHA (Alpha Hydroxy Acid –formulanya berupa glycolic acid dan lactic acid)– atau BHA (Beta Hydroxy Acid, yang formulanya dikenal sebagai salicylic acid).
Alternatif lain adalah produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan, yang biasanya mengandung formula terbuat dari buah-buahan atau bahan-bahan alami lain yang sarat vitamin C dan E. Selain aman, produk dengan kandungan ini juga terbukti efektif mempertahankan keindahan dan kesehatan kulit.
Cara termudah mempertahankan kelembaban kulit agar terhindar dari masalah stretchmarks (peregangan kulit) adalah sesering mungkin mengulaskan pelembap kulit tubuh yang kaya vitamin E. Sayangnya, langkah tersebut terkadang tidak sanggup mempertahankan elastisitas kulit secara optimal terhadap perubahan fisik yang drastis.
Menurut para peneliti, cara paling mudah, aman, dan efektif untuk menghindari stretchmarks adalah mengulaskan minyak zaitun murni pada kulit perut secara merata sehabis mandi atau sesering mungkin saat kulit terasa kering. Selain aman bagi kulit tubuh, minyak zaitun yang kaya vitamin E ini tidak berdampak negatif pada pertumbuhan janin.

Minggu, 09 September 2012

Tabel Waktu Kehamilan


Menikmati saat-saat si kecil bertumbuh di dalam rahim Anda adalah peristiwa yang tak terlupakan. Ikuti bulan demi bulan  perkembangannya dan apa yang sebaiknya Anda lakukan pada tiap tahapan. 
Tabel ini memberi gambaran secara menyeluruh kehamilan Anda plus saran seputar langkah yang akan Anda lalui pada berbagai tahapan.
Minggu 1-7
  • Segera ke dokter begitu Anda menduga hamil.
  • Pelajari kebijakan tentang kehamilan di kantor Anda.
  • Berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol.
  • Periksa kekebalan tubuh Anda terhadap rubela (campak Jerman).
Minggu 8-12
  • Beritahu atasan bahwa Anda hamil.
  • Simpan camilan rendah-lemak di kantor untuk menghindari terjadinya morning sickness.
  • Kunjungan pertama ke dokter untuk periksa kehamilan.
  • Beli BH baru.
  • Pada beberapa kasus, nuchal translucency scan (pemeriksaan ketebalan 
    cairan di belakang leher janin) atau chorionic villus sampling (pemeriksaan 
    kromosom) dilakukan untuk melihat kelainan janin.
Minggu 13-16
  • Beritahu kantor kapan Anda akan cuti melahirkan.
  • Pada beberapa kasus, amniocentesis (pemeriksaan air ketuban) dilakukan 
    untuk mendeteksi kelainan janin.

    Minggu 17-21
  • Mulai melihat-lihat perlengkapan bayi.
  • Umumnya, Anda diperiksa USG (ultrasonografi) pertama kalinya untuk 
    melihat kondisi janin Anda.
  • Mulai melakukan latihan otot-otot panggul.
  • Beli baju hamil sesuai pekerjaan Anda.
  • Buat rencana persalinan.
Minggu 22-27
  • Berhenti lembur.
  • Baca info seputar persalinan.
  • Lihat lagi apakah makanan Anda bergizi seimbang dan tetap berolahraga.
Minggu 28-30
  • Minggu 29 adalah tanggal pertama perkiraan untuk cuti melahirkan.
  • Tenang-tenang saja di rumah – jangan lakukan pekerjaan berat.
  • Anda harus lebih sering ke dokter.
  • Mulai ikut kelas senam hamil.
  • Belajar teknik relaksasi.
Minggu 31-33
  • Siap-siap melimpahkan tugas di kantor.
  • Jangan terbang dengan pesawat atau melakukan perjalanan jauh.
  • Siapkan kamar bayi.
  • Biasakan diri untuk berada di rumah. 

Minggu 34-36
  • Pikirkan untuk cuti melahirkan.
  • Siapkan tas khusus untuk dibawa ke RS. Jaga-jaga Anda melahirkan.
  • Tanyakan pasangan seputar perasaannya terhadap persalinan untuk 
    memastikan bahwa ia terlibat.

Minggu 37-40
  • Setiap minggu, Anda harus periksa ke dokter.
  • Terus bergerak dengan cara berolahraga ringan.
  • Ingat untuk tetap memanjakan diri ya. 

Sabtu, 08 September 2012

Tak Pegal Lagi Saat Hamil

Atasi pegal saat hamil
Kelamaan duduk? Pasti otot-otot tubuh langsung tegang, serta punggung atau bagian bawah pinggang terasa nyeri. Anda bisa kok, menghindari hal ini dengan melakukan tiga gerakan berikut:
Peregangan bahu
Tujuan: Membuat rileks otot-otot bahu, lengan, leher, dan punggung Anda.
Yang bisa Anda lakukan:
  1. Duduk tegak dengan telapak kaki menempel rata di lantai. Secara perlahan angkat tangan kanan Anda.
  2. Tekuk siku. Jatuhkan tangan ke belakang (telapak tangan menghadap punggung), serta tarik siku ke bawah dengan tangan kiri Anda.
  3. Tahan posisi selama 20 detik. Ulangi gerakan dengan tangan yang lain.
Memiringkan dan memutar kepal dan leher
Tujuan: Menjaga otot-otot leher dan bahu tetap lentur bisa mencegah terjadinya ketegangan otot tubuh bagian atas.
Yang bisa Anda lakukan:
  1. Duduk tegak, dengan bahu rileks dan kepala menghadap lurus ke depan. Secara perlahan, miringkan kepala ke kanan, sampai telinga kanan hampir menempel bahu.
  2. Kembali ke tengah, lalu miringkan kepala ke kiri.
  3. Ulangi gerakan ini sebanyak lima kali.
  4. Sebagai alternatif, duduk tegak dengan bahu rileks. Secara perlahan, putar kepala ke kanan, kembali ke tengah, dan perlahan-lahan putar lagi ke kiri.
  5. Ulangi gerakan sampai lima kali. Kedua gerakan ini bisa dilakukan secara bergantian.
Menggerakkan kaki dan pergelangan kaki
Tujuan: Memperlancar sirkulasi darah, mencegah terjadinya kram otot, serta mengencangkan otot-otot betis dan paha.
Yang bisa Anda lakukan:
  1. Duduk santai dengan punggung tersangga dengan baik. Angkat kaki kanan, dan mulailah ’menggambar’ huruf alfabet di udara. Jaga agar kaki kiri tidak bergerak ya.
  2. Ganti dengan kaki kiri. Ulangi seluruh gerakan sebanyak dua kali lagi.